Beberapa minggu terakhir ini, kita sering menyaksikan tayangan langsung pemeriksaan Panitia Khusus (PANSUS) Bank Century yang disiarkan oleh dua stasiun TV swasta negeri ini. Banyak hal yang dapat kita saksikan dari tayangan ini. Namun masih jelas kita ingat beberapa minggu yang lalu kita banyak melihat di berita tentang kritik masyarakat terhadap etika anggota pansus ini yang dinilai sangat rendah.
Kejadian perdebatan antara Ruhut Sitompul dengan Gayus Lumbun yang pada saat itu, Ruhut Sitompul sempat mengeluarkan ucapan yang memang menurut saya tidak pantas untuk diucapkan apalagi di dalam sebuah forum yang sangat terhormat dan oleh orang yang terhormat pula. Tetapi terlepas dari situ saya tidak akan mengomentari lain. Saya secara pribadi kagum dengan Ruhut Sitompul sebagai seorang advokat kondang yang luar biasa. read more…
Dalam hitungan hari, maka tahun 2009 ini akan menyeberangi tahun 2010. Sebuah momen pergantian tahun yang bagi sebagian besar orang dirayakan dengan berbagai perayaan sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Teringat saat usia kecilku dan masih tinggal di rumah orang tuaku, pergantian tahun ini ditandai dengan alunan lonceng gereja yang bertalu-talu tepat pukul 00.00 Wib. Dan setiap keluarga mengadakan doa bersama dan saling bermaaf-maafan dan merenungkan segala perbuatan pada tahun yang lama agar sebisa mungkin tidak dilakukan lagi di tahun yang baru. Itu adalah salah satu seremoni tahunan yang sudah menjadi budaya dalam masyarakat saya.
Sebelum kita meninggalkan tahun 2009 ini, hendaknya perlu kembali kita merenungkan sejenak segala sesuatu yang telah terjadi selama satu tahun di tahun 2009. Kilas balik atas semua peristiwa di tahun 2009 sembilan sebagai sebuah kenangan dan acuan untuk berbuat lebih baik lagi di tahun 2010. Terutama di negara yang kita cintai ini.
Beberapa hal yang menjadi perenungan saya dari tahun 2009 ini adalah bahwa tahun 2009 merupakan tahun yang penuh dengan kejutan. Bencana alam dimana-mana, kecelakaan silih berganti dan merengut korban jiwa yang tidak sedikit, kasus terorisme yang semakin merajalela dan korupsi juga seakan-akan tidak mau ketinggalan. Sebuah perenungan yang memprihatinkan, terlebih dalam cacatatan hitam penegakan hukum sepanjang tahun 2009 ini. read more…
Aku merenung sejenak menatap lampu jalanan yang sudah mulai menyala. Ku susuri perlahan trotoar berdebu itu dengan perlahan tanpa berniat untuk cepat-cepat segera berlalu. Sementara itu suara adzan maghrib sudah menghiasi langit sore yang cerah itu. Aku masih ingin tetap menikmati sore ini, namun aku tak tahu bagaimana caranya.
Malam ini adalah malam Natal. Tapi aku tak merasakan itu akan segera terjadi. Hati ku masih beku dan lidah ku rasanya kelu untuk berbicara sekata pun. Aku hanya tahu, malam ini Christmas Eve dan aku ingin menghadiri misa malam Natal. Ku lirik jamku, masih setengah tujuh sore, kebaktian baru dimulai pukul setengah delapan malam. Ku nikmati suasana jalanan yang ramai sambil menunggu waktu itu.
Di sini aku teringat rumah ku, tanah kelahiranku. Selalu terbayang malam Natal yang indah dengan bintang-bintang ramah berkelap-kelip menemani malam Natal. Dan di telingaku selalu berdentang lonceng Gereja yang bertalu-talu silih berganti dari semua penjuru. Namun disini suasana syahdu itu tak ku dapatkan, tiga tahun aku merindukan suasana Natal kota kecil ku. Sesudah itu aku melanjutkan langkahku. read more…
Entah apa yang kau cari di ujung jalan
Namun yang ku tahu kau selalu menyusurinya
Semenjak penguasa terang muncul di ufuk timur
Hingga kembali lagi, kau tak pernah berhenti.
Langkah tertatih di atas kerikil tajam bukanlah hambatan
Sejenak kau berhenti di bawah pohon rindang
Memikul buntalan yang semakin usang.
Sudah cukup jauhkan engkau berjalan
Saat ku tahu kau datang dari negeri yang jauh.
Ternyata engkau adalah perantau yang lain
Dan kau bukanlah yang pertama melewati jalan ini.
Ribuan bahkan jutaan teman mu telah lebih dahulu.
Semuanya sama, merantau ke ujung jalan
Walau tak pasti apa yang ada di sana.
Tapi kau harus melakukannya
Demi kehidupan yang jauh lebih baik
Untuk sanak keluargamu yang hidup miskin di atas ladang emas.
Engkau harus merantau untuk hidup
Karena negara mu tak memberimu penghidupan yang layak.
Semarang, 20 Desember 2009
Sering sekali kita mendengar bahwa kampus atau kehidupan kampus selalu dicontohkan sebagai miniatur sebuah negara. Hal ini tampak jelas dengan sistem pemerintahan mahasiswa yang mirip dengan sistem pemerintahan di sebuah negara. Lembaga kemahasiswaan berperan sebagai lembaga tinggi mahasiswa yang terstruktur mulai dari universitas, fakultas, jurusan sampai prodi.
Di banyak kampus susunan ini dikenal dengan lembaga kemahasiswaan. Jika dalam sebuah negara, Indonesia misalnya mengenal tiga lembaga tinggi negara dengan tugas dan wewenang yang berbeda. read more…
[Sabtu, 12 December 2009]
Polisi menganggap keterangan Mun’im Idris di persidangan tidak sesuai kapasitasnya. Mun’im mengaku hanya. Senjata pembunuhan yang menjadi barang bukti tidak sesuai kaliber peluru yang ditemukan pada mayat?
Satu masalah lagi mencuat dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain di PN Jakarta Selatan. Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Mun’im Idris, mengatakan mayat Nasrudin sudah dimanipulasi sebelum dia tangani. Pada saat mengautopsi mayat Nasrudin, ada anggota reserse yang meminta agar jenis peluru ukuran 9 milimeter dihapuskan.
Permintaan polisi itu diduga karena hasil analisis Mun’im tidak sesuai dengan jenis peluru yang menjadi barang bukti perkara tersebut, yakni peluru kaliber .038. Tembakan yang membuat Nasrudin menghadapi maut kemungkinan dilakukan dari jarak lebih dari 50 centimeter.
Keterangan Mun’im seolah menjadi amunisi bagi tim penasihat hukum terdakwa Antasari Azhar. Ketidaksesuaian jenis peluru dengan kaliber senjata api bisa menjadi celah yang memperkuat seolah-olah dalam kasus ini ada rekayasa. Apalagi, ahli balistik Maruli Simanjuntak, yang juga dihadirkan jaksa ke persidangan, menegaskan sebuah senjata api kaliber .038 tidak dapat diisi peluru tipe lain, termasuk peluru ukuran 9 milimeter seperti dikatakan Mun’im. Lazimnya, senjata api diproduksi satu paket dengan jenis pelurunya. read more…
























