Tak lagi ku dengar jeritan pilu mu,
Tinggal tubuh-tubuh diam yang bercerita.
Apakah ini tentang siapa yang gugur,
Atau siapa mesin pembunuhnya?
Siapa kah yang dipertaruhkan?
Aku bertanya,
Tidakkah kau lihat tubuh-tubuh yang kini diam
Tubuh-tubuh yang kehilangan jiwanya?
Siapakah yang kehilangan?
Tak mampu lagi ku mendengar
Tangisan mereka yang kehilangan,
Seorang ibu yang kehilangan anaknya,
Seorang istri yang kehilangan suami,
Dan seorang anak yang kehilangan bapaknya?
Pada akhirnya para prajurit hanya pion
Yang takdirnya untuk membunuh dan dibunuh,
Sementara pemimpinya, sebagai raja yang tak dapat disentuh.
Kini aku bertanya,
Perang….
Siapakah pemenangnya?
Semarang, 5 Oktober 2011
Pengelana dari Barat










