PIKIRAN YANG TERPOLITISI

oleh lamasi

Politik sebuah ungkapan yang tidak bisa lepas dari kehidupan keseharian masyarakat modern ini. Hampir semua sendi kehidupan bermasyarakat sudah memasuki ranah politik, mulai dari golongan atas hingga menengah kebawah seakan-akan sudah melek politik. Hal ini wajar saja, melihat perkembangan demokrasi di negeri ini. Salah satu contoh konkret dari politik yang ada di masyarakat yaitu dengan pelaksanaan pemilihan umum, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat yang paling bawah, yakni pemilihan RT/RW.

Banyak orang berpandangan bahwa politik itu adalah sebuah momok yang haram untuk dimasuki. Anggapan bahwa politik itu adalah kotor memang tidak timbul begitu saja tanpa sebab-sebab yang ada. Melihat dari pelaksanaan politik di negeri ini, wajar saja jika sebagian besar masyarakat merasa ngeri mendengar kata politik.

Sesusungguhnya politik itu sudah ada sejak sebelum masehi. Banyak teori-teori politik yang dikemukakan oleh para filsuf dari berbagai aliran. Seperti Aristoteles, Karl Marx, Cicero, Max Weber dan para tokoh pemikir dunia lainnya. Politik memiliki arti sebagai sebuah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan di dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya di dalam sebuah Negara. Hal inilah yang kita kenal dengan ilmu politik. Sementara itu Aristoteles dari aliran klasik menyebutkan bahwa politik adalah upaya yang ditempuh warga negara untuk  mencapai kebaikan bersama. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Kebali kepada pergulatan di dalam masyarakat. Pelaksanaan politik praktis yang hampir sebagian besar adalah pembohongan public, setidaknya demikian yang masyakat rasakan, secara kontekstual telah bertolak belakang dengan teori yang dikemukakan oleh Aristoteles. Kenapa demikian, karena politik yang dijalankan selama ini hanyalah sebuah kendaraan bagi sebagian orang untuk mencapai kekuasaan tanpa mengupayakan kebaikan bersama. Dalam hal ini politik dalam bentuk partai politik hanya berperan sebagai kendaraan politik bagi mereka yang berkepentingan, selain itu hanya berperan sebagai penonton.

Euphoria reformasi yang dimulai sejak sepuluh tahun silam telah membawa dampak yang luar biasa terhadap perkembangan perpolitikan di negeri ini. Era sebelumnya politik dapat disetir oleh penguasa dan diubah menjadi tameng demokrasi saja. Namun sejak runtuhnya rezim orde baru dunia perpolitikan bagaikan mendapat angin segar, terbukti dengan jumlah partai politik yang ikut dalam ajang pemilu pada masa itu. Namun hal inilah yang membawa wajah perpolitikan negeri ini seakan-akan kebablasan tanpa bisa dikontrol. Adanya jaminan dari UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat, menjadikan setiap warga Negara mampu mempolitisi dirinya sendiri.

Akhirnya timbullah pergulatan di dalam masyarakat. Orang-orang yang berkepentingan mulai mempolitisi pikiran masyarakat. Dan masyarakatpun dihadapakan pada pilihan yang rumit. Muncullah orang-orang pintar yang menyesatkan pikiran masyarakat yang tingkat pendidikannya masih di bawah standar. Bahkan politik juga melebarkan sayapnya hingga sampai ke kampus-kampus. Mahasiswa dan aktifis mahasiswa seakan-akan terbangun dari tidur yang panjang dan dihadapakan pada sebuah trend yang dikenal dengan Politik Kampus.

Dan akhirnya semua orang di negeri ini seakan-akan mengerti politik dan berbicara banyak tentang politik. Bahkan generasi muda yang ditempa di bangku perguruan tinggi tidak mau ketinggalan. Perhelatan politik terbesar yang terlihat secara konkrit di dalam kampus adalah ajang pemilihan Presiden mahasiswa. Kampus yang diibaratkan sebagai miniatur dari sebuah Negara mencoba mengajak mahasiswa untuk melek politik dengan system pemerintahan mahasiswa yang dirancang sedemikian rupa hingga terbentuklah lembaga kemahasiswaan yang melingkupi lembaga Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Lembaga Legislatif mahasiswa (DPM). Ini adalah awal dari pendidikan dan pengkaderan politik di kalangan mahasiswa.

Seperti yang telah dikemukakan di atas, sesuai dengan teori politik, bahwa politik sesungguhnya tujuannya baik, yaitu mengupayakan kepentingan bersama. Ironinya masuknya politik praktis hingga ke kampus-kampus menjadi realitas yang seakan-akan tertutup namun terkuak begitu lebar. Sehingga muncul pertanyaan, apa yang salah dengan politik?

Dinamika perkembangan politik kampus, hingga kini eksistensinya semakin pesat. Masa penerimaan mahasiswa baru menjadi ajang untuk proses kaderisasi para aktifis kampus yang memiliki tujuan tertentu. Pemerintah mahasiswa yang sedang berkuasa pada periode itu mencoba mencari cikal bakal para penerus tahtanya, akhirnya muncullah pikiran-pikiran yang terpolitisi. Ironisnya, pikiran warga baru tersebut yang sebelumnya tidak mengerti akan politik kampus seakan-akan ditawarkan hal baru yang sudah trend di dalam kampus. Dan muncullah jiwa-jiwa baru yang sudah dipolitisi. Inilah dilema yang selama ini menjadi pergolakan di dalam kehidupan kampus. Wajar saja jika itu hanya sekedar pendidikan polik, namun terkadang dosis yang mereka terima telah lewat dari batas kewajaran yang semestinya mereka dapatkan.

Adanya perang politik ini, maka akan muncul kubu-kubu yang saling bertarung. Selayaknya sebuah pertarungan, maka ada pihak yang menang dan pihak yang kalah. Pihak yang kalah tidak selamanya dapat berlapang dada menerima kekalahan hingga muncullah benih-benih perpecahan di dalam mahasiswa itu sendiri. Inilah yang saya sebut dengan dampak buruk dari politik yang tidak dewasa.

4 Komentar to “PIKIRAN YANG TERPOLITISI”

  1. politk..mahasiswa mungkin untuk dialog atau diajak untuk diskas masih bisa tetapi untuk untuk terjun langsung terhadap suatu permasalahan belum bisa dan itu kenyataannya.politk praktis mungkin ya

  2. Tentang mau ikut atau tidak ikut dalam dunia politik, menurutku itu masalah pilihan saja. Ketika memilih untuk ikut dalam dunia politik sekalipun masih ada perbedaan, apakah mau sebagai part-timer saja atau full-timer. Dan biasanya, mahasiswa sangat ingin untuk bisa masuk ke garis full-timer tapi belum mampu (ini berdasarkan pengalaman ku waktu di organisasi mahasiswa dulu).

    Tapi tetap saja semua mendapat pengalaman dan ilmu baru darinya. Politk, yang praktis atau tidak, yang serius atau bohongan, pasti memberikan sebuah ilmu baru bagi individunya :)

  3. Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat
    http://kombes.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: