MENGEMBALIKAN JATI DIRI ORANG BATAK

oleh lamasi

“Apa yang kamu lakukan untuk melestarikan budaya Batak?” Pertanyaan ini ku dapatkan saat acara syukuran ulang tahun Ikatan Mahasiswa Batak (IMABA) Semarang. Pertanyaan sederhana namun tak banyak orang yang dapat memahaminya. Salah seorang teman saya menjawab, “Menikah dengan orang Batak dan memakai ulos batak kemana-mana.” Cukup kah hanya itu? Jawabnya tidak.

Saya juga teringat, suat hari di ruang kuliah, saat sedang bosan, aku menuliskan lagu O Tano Batak, Rura Silindung dan Uju Di Ngolu Ku dengan aksara Batak. Sahabat saya yang duduk di sebelah kanan saya bertanya tentang artinya. Kebetulan dia adalah keturunan India asli. Dia penasaran dengan apa yang saya tulis, dan saya tidak mau mengatakan apa yang saya tulis, agar membuatnya semakin penasaran. Hingga akhirnya dia bertanya kepada beberapa orang Batak yang ada di ruangan itu, dan mengejukkan sekali, tak satupun yang bisa membacanya.

Saya pengagum Viky Sianipar, Tongam Sirait dan grup Toba Dreamnya, saya juga pernah mendengar Merdi Sihombing, walaupun belum pernah melihat wajah atau bahkan fotonya. Menurut saya mereka ini adalah masa depan budaya Batak. Seperti Viky Sianipar, menurut saya dia adalah seorang pemuda batak yang berfikiran progresif dan jauh ke depan. Walaupun saya pernah membaca sebuah artikel di Koran Bona Pasogit, yang pada intinya mengatakan bahwa aransemen Viky Sianipar sedikit banyaknya telah merusak lagu batak. Namun hati saya berkata, bahwa Viky tidak pernah merusak lagu batak, dia hanya mencoba untuk memberikan terobosan dengan mengaransemen lagu tersebut sehingga cocok di telinga anak muda jaman sekarang. Secara substansi lagu tersebut tidak ada yang hilang.

Memang terkadang pemikiran yang serba kritis membuat orang mengesampingkan keadaan yang ada. Itulah yang menjadi penyakit di negeri ini. Sejak runtuhnya dinasti Orde Baru, kebebasan berpendapat menjadikan orang bisa berbicara dengan tenang tanpa adanya larangan. Padahal kebebasan berpendapat ini bagaikan pedang bermata dua, di satu sisi bisa berakibat positif, namun di sisi satunya bisa berakibat negative.

Kembali kepada konteks mengembalikan jati diri orang Batak. Sudah hampir 22 tahun saya menjadi orang Batak, tapi saya belum mengetahui apa sebenarnya jati diri orang Batak itu. Orang batak selalu identik dengan wajah kotak, suara keras, suka mabuk-mabukan, suka berkelahi dan pernah saya mendengar bahwa orang Batak itu suka makan orang. Hal yang menggelitik, tapi memang saya tidak memungkiri itu, bahwa ada nenek moyang kita dahulu kala yang masih kanibal sebelum agama masuk ke tanah batak.

Tapi bagi saya itu adalah sebuah penilaian yang satu sudut pandang. Saya tidak setuju dengan sudut pandang yang dilihat hanya dari satu sudut negative tetapi juga harus mempertimbangkan sudut pandang yang positif.

7 Komentar to “MENGEMBALIKAN JATI DIRI ORANG BATAK”

  1. kita adalah manusia yang berdiri diatas pengetahuan dan tatakrama masyarakat dunia. Kesukuan kita tidak boleh hilang begitu saja digerus oleh zaman dimana arus budaya yang paling kuat yang bisa mendominasi dapat dengan gampang masuk dan menggerus apapun yang berbeda. Kita tetap harus mempertahankan karakter2 budaya batak yang baik seperti kekeluargaan tapi disaat yang sama juga kita harus berani meninggalkan atau memperbaiki budaya(baca:tabiat) jelek yang sering dilakoni orang batak. seperti tulisan yang saya temukan dari sini http://sakuja.wordpress.com/2010/09/22/inilah-alasan-lengkap-warga-mustika-jaya-tolak-gereja-hkbp/
    terlepas dari benar atau tidaknya tulisan warga mustika ini. saya memang mengakui sebahagian orang batak mempunyai tabiat buruk. tapi toh setiap orang punya tabiat buruk terlepas dari dari suku manakah dia. jadi kita harus berani menolak dan menyatakan bahwa tabiat buruk tersebut bukan karakter budaya orang batak. itu hanya karakter(baca:tabiat) yang mungkin banyak terjadi pada orang batak sama seperti tabiat yang disematkan pada suku lain. mari kita berbenah dan Jati Diri Orang Batak akan timbul dengan sendirinya. salam. Horas.

  2. Masih banyak yang lebih jahat dari orang Batak kalo dilihat secara general
    buat saya apa yang baik dan buruk ga bisa kita liat dari satu sisi
    begitupun caranya menyikapi kesukuan dan keagamaan di negara kita
    Jadi,mari kita tunjukkan sisi positif Batak yang selama ini slalui dipandang negatifnya saja oleh suku lain… ^^
    Jati diri org Batak bukan mabuk-mabukan dan judi, tp Batak menghormati keberadaan orang tua dan pendahulu-pendahulunya (buktinya ada tarombo), Batak tahan banting dan tak mudah goyah, Batak seperti Israelnya Indonesia menurut saya….banyak dosa yang terjadi tapi tetap dikasihi Tuhan dengan luar biasa

    • ya benar to…
      jangan memandang sesuatu hal dari satu sudut pandang, dan subjektif lagi itu. Apa pun sukunya rasanya pasti ada yang jahat dan pastinya ada yang baik juga. Jika orang batak memiliki volume suara yang agak tinggi, itu bukan berarti orang batak suka berkelahi atau menggertak orang lain.

  3. pada kenyataannya memang gitu, bang. di kampusku pun banyak banget anak2 batak tp ngomong bahasa batak aja nggak pernah. malah jago ngobrol boso jowo. piye ki? walaupun memang kita nggak bisa meng-generalisasi, tapi nggak bisa bohong itu yg kita hadapi skrg. beruntung ada teman2 asli dari medan yang bisa membawa kembali budaya batak bagi tmn2 yang kurang bahkan nggak memahami a.k.a batak nyasarlah ya. sudah saatnya nih orang2 batak memperkuat lagi budayanya. jgn malah budaya lain di gembor2.

    identik, juga bukan berarti bisa di generalisasi kan? :)

    sekalian numpang ya, mohon bantu vote.. tinggal klik link :

    http://joiedemontreal.ca/profile/779/ribka-grace-ria-munthe

    trus klik LIKE button di halaman tadi. makasih. Horas!

  4. terima kasih postingan yang bermanfaat dan menarik untuk disimak jaket kulit pria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: