JALAN PAHLAWAN SIMPANG LIMA SEMARANG MENJELANG LEBARAN

oleh lamasi

Bagi masyarakat kota Semarang, kawasan simpang lima sudah menjadi icon dari ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. Terlebih lagi dengan jalan Pahlawan, yang menjadi pusat tongkrongan ala pinggir jalan di kota Semarang. Setiap malamnya gerobak tukang nasi kucing (angkringan) menghiasi trotoar jalan. Di sanalah warga kota Semarang sejenak melepas lelah, sambil bercengkrama bersama keluarga, teman atau kekasih sambil menikmati suasana malam di kota Semarang.

Selain angkringan, jalan Pahlawan Simpang Lima Semarang juga dikenal dengan para penjual menu buka puasa apabila bulan ramadhan tiba. Kebanyakan penjualnya adalah mahasiswa UNDIP, yang kebetulan kampus UNDIP Peleburan berada di jalan Pahlawan. Sambil menunggu adzan magrib mereka mengisi waktu ngabuburi dengan kegiatan positif. Hal ini selalu kita temui setiap tahunnya.

Menjelang hari raya Idul Fitri, jalan Pahlawan tidak terlalu rame lagi dengan penjual menu berbuka puasa, kini digantikan dengan jasa penukaran uang receh. Laki-laki dan perempuan berdiri di sisi jalan sambil menyodorkan beberapa slip uang pecahan seribu, dua ribu, lima ribu sampai sepuluh ribu. Berharap ada pengguna jalan yang ingin menukar uang receh.

Setelah semua itu, menjelang malam takbiran, jalan Pahlawan ini kemudian dipenuhi oleh anak-anak jalanan dan para pengemis. Satu hal yang menjadi perenungan bagi saya. Kebetulan, menjelang malam takbiran, saya melewati jalan ini menuju simpang lima. Waktu sudah sore, menjelang magrib. Sisi jalan sudah berdiri beberapa anak jalanan dan ibu-ibu. Berjarak seratus meter dari tempat saya, seorang pengendara mobil turun sambil memberikan beberapa uang kertas kepada beberapa gelandangan di pinggir jalan, tiba-tiba dari kejauhan sekitar sepuluh orang anak-anak dan beberapa ibu-ibu sambil menggendong anaknya berlari mendatangi bapak yang memberikan sedekat tadi. Akhirnya mereka berebut.

Malam ini sudah takbiran, dan besok sudah hari Raya Idul Fitri, tapi aku yakin mereka belum memiliki persiapan menyambut hari yang suci itu. Aku sejenak berfikir, diantara mobil-mobil mewah yang melintas di sepanjang jalan, ternyata disisinya kemiskinan kian bertambah. Saat para wakil rakyat diributkan dengan pembangunan kantor yang super mewah, ternyata masih banyak rakyat yang melarat, bahkan untuk merayakan Lebaran mereka tidak bisa.

Pemerintah terlalu mencitrakan dirinya sudah memberi banyak untuk negeri ini. Berbicara kepada dunia bahwa Indonesia sudah ini dan itu, namun kenyataannya banyak rakyat yang belum menikmati kemerdekaan. Banyak rakyat yang belum mengecap pendidikan dan penghidupan yang layak. Apa jadinya negeri ini. Haruskan kita jatuh miskin diatas timbunan harta karun yang tak terhitung nilainya. Haruskan kita kelaparan di atas tanah yang subur ini. Harus kah kita kehausan di atas mata air?

6 Komentar to “JALAN PAHLAWAN SIMPANG LIMA SEMARANG MENJELANG LEBARAN”

  1. jalan pahlawan kota semarang saat ini sudah terang benderang,
    dengan adanya lampu yang cukup besar tepat di depan kantor gubernur jawa tengah,
    membuat suasana menjadii lebih semaran pada malam hari . . .

  2. Pemerintah terlalu mencitrakan dirinya sudah memberi banyak untuk negeri ini, namanya pemerintah bang :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: