AKHIRNYA LONCENG ITU KEMBALI BERDENTANG

oleh lamasi

Satu hal yang khas dan yang selalu aku ingat dari kampung halaman ku Tarutung, yaitu bunyi lonceng Gereja setiap pukul 06.00 WIB dan Pukul 18.00 WIB. Lonceng Gereja ini layaknya sebuah alarm untuk mengingatkan kita tentang pergantian waktu. Mungkin hampir mirip dengan suara Adzan bagi saudara-saudara kita yang beragama Muslim.

Umumnya, lonceng gereja berbunyi untuk memanggil beribadah. Misalnya panggilan untuk kebaktian minggu dan perayaan Kristen lainnya. Saya tidak tahu bagaimana di daerah lain, namun di tarutung hal ini sudah ada sejak dulu sebelum aku lahir, atau mungkin sudah ada sejak masuknya Agama Kristen ke tanah Batak oleh Ompu DR. I.L. Nommensen.

Ada beberapa pendapat bahwa lonceng ini sebagai simbol bahwa Rahmat Tuhan senantiasa melindungi orang Tarutung. Hal ini karena dalam agama Kristen, bunyi lonceng merupakan Simbol turunnya berkat dan kehadiran Roh Kudus.
Namun ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa bunyi lonceng Gereja itu untuk mengenang sebuah kejadian spiritual yang dialami oleh Ompu Nommensen. Kita pasti mengetahui bahwa ketika Dr. IL. Nommensen sebelum memberitakan kabar keselamatan di Tanah Batak (Silindung), terlebih dahulu dia beristirahat dan berdoa di Bukit Siatas Barita (Lokasi Salib Kasih yang sekarang), doa dari Dr. IL. Nommensen sangat terkenal di kalangan Kristen Batak.

Hidup Mati, biarkan lah hamba Mu ini memberitakan berita Keselamatan Mu di tengah-tengah bangsa ini

Dimana saat itu, setelah belia selesai berdoa, dia mendapat penglihatan bahwa di Silindung dia mendengar suara Lonceng Gereja dan anak-anak bermain di halaman sekolah, padahal pada saat itu masyarakat Silindung masih menganut Sipelebegu (Agama Pagan) dan belum ada sekolah.

Jadi membunyikan lonceng Gereja ini sudah menjadi identitas masyarakat Tarutung. Namun sungguh sayang sekali, kurang lebih tiga setengah tahun saya meninggalkan kota ku yang tercinta ini, ketika saya pulang desember 2010 kemarin, saya mendapati sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang berubah yang membuat hati saya sedih. Lonceng itu tidak berbunyi lagi. Lonceng itu hanya berbunyi saat pukul 06.00 WIB, sementara yang pukul 18.00 WIB sudah tidak terdengar lagi.

Saya merasakan ada sesuatu yang sangat besar yang hilang dari tanah ini. Yang biasanya saat pukul  6 sore, saya biasa duduk di depan rumah sambil menikmati dentingan lonceng itu, sekarang menjadi sepi. Apa yang terjadi? Bahkan Gereja HKBP Pearaja yang loncengnya selalu lebih kencang (mungkin karena berada di atas) juga tidak terdengar lagi.

Aku selalu merindukan itu dalam setiap hari di rumah. Hingga akhirnya menjelang akhir tahun, saat aku duduk di depan TV, tiba-tiba dari arah gereja GKPI Hapoltahan yang berjarak 100 meter dari belakang rumah ku, terdengar lonceng gereja bertalu-talu. Awalnya aku mengira itu adalah lonceng panggilan untuk perayaan Natal, saat aku melihat jam, waktu menunjukkan Pukul 18.00 WIB. Aku terlonjak, ada kehangatan tiba-tiba merasuk dalam diri ku. Suara itu sungguh merdu di telingaku. Suara yang sangat aku rindukan. Kini Lonceng itu kembali berbunyi.

Tanggal 18 Januari 2011, aku akan kembali ke Semarang untuk kembali ke rutinitas ku. Aku tidak tahu kapan lagi aku akan kembali. Mungkin satu, dua, lima atau sepuluh tahun lagi, aku tidak pernah tahu. Tapi aku berharap, kelak jika aku kembali pulang, Lonceng itu masih berdentang.

9 Komentar to “AKHIRNYA LONCENG ITU KEMBALI BERDENTANG”

  1. salam kenal..
    dulu di toraja (kampung gw) juga kayak gitu. sekrng sudah tidak lagi.. :(
    kalau di toraja, lonceng itu untuk menandakan waktunya kita untuk doa angelus (doa malaikat) (katolik)..

  2. di gw juga masih kok..
    cuma klo gak natalan bareng keluarga, pasti kangen dengar loncengnya..hehe

  3. Gust di tarutung tinggal di mana??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: