GALAU..!!!!

oleh lamasi

Galau…. galau… galau…
Bingung.. bingung… bingung….
Sepertinya aku butuh sesuatu yang tenang, diam, santai. Tapi dimana dapat ku temukan itu semua? Ayo siapa yang mau memberikan ide.

Ada apa dengan diri ku ini? Adakah yang tahu? Kacau…. Semuanya terlintas di otak ku. 22 Tahun ternyata kawan aku telah hidup di dunia ini. 22 Tahun kawan ternyata aku telah mengisi kehidupan ini. Tapi apa, adakah maknanya? Hidup,, menarik nafas, kemudian menghembuskannya. Makan, minum selanjutnya kembali hidup. Lalu esensinya apa..??

Diberkatilah para Nabi, Rasul, Santo dan Santa. Diberkatilah para martir dan para syahid. Aku ingin bertanya kepada kalian, bahagiakah kalian? Damaikah kalian?

Kenapa aku harus selalu berfikir? Apakah ini hanya ingin memuaskan para filsuf-filsuf agung? Saat St. Agustinus berkata, “Tahukah engkau bahwa kau berfikir?”. Lalu aku terjaga kembali dibangunkan oleh Rene Descartes yang terhormat, COGITO ERGO SUM. Apakah aku benar-benar ada dengan segala fikiran-fikiran ini. Oh,,, diberkatilah mereka para filsuf-filsuf agung.

Mungkin kah selama ini aku terlalu lama terkurung di dalam gua? Apakah aku harus mencoba berjalan keluar dari Gua seperti seorang Socrates yang meninggalkan goanya untuk melihat cahaya di belakang kepala nya. Bisa saja, tapi aku tidak yakin, siapa tahu aku akan bernasib sama dengan pak tua Socrates yang akhirnya dibunuh oleh orang-orang di dalam Goa.

Lalu siapa yang bisa menjamin, setelah itu aku bisa menemukan ketenangan batin?

Kenapa aku harus peduli dengan para kaum papa dan gelandangan yang mengemis demi sesuap nasi? Untuk apa aku harus merasa kasihan dengan mereka, sementara aku..22 tahun kawan tidak berbuat apa-apa..

Buat apa aku berbicara kebenaran, kebaikan, keadilan, kesamaan jika aku selama 22 tahun tidak dapat berbuat apa-apa?

Apakah tubuhku ini hanya mulut saja, hingga yang ku bisa hanya bicara. Ataukan tubuhku ini hanya hati saja, sehingga yang mampu aku lakukan hanya prihatin, kasihan.. Tidak adakah tangan dan kaki di tubuhku ini yang bisa untuk berbuat?

Jika engkau berkata di dunia ini masih ada kasih sayang, maka mungkin aku akan membunuhmu. Tidak kah engkau punya mata yang melihat dan telinga yang dapat mendengar. Coba kamu lihat, coba kamu dengar, berapa nyawa yang melayang setiap harinya di ujung senjata. Berapa tubuh yang setiap harinya kehilangan nyawanya karena pembunuhan..?? Masihkah itu yang kau sebut dengan kasih sayang.

Katanya di dunia ini ada agama, tetapi kemana dia.? Sedang berliburkah..?? Kenapa masih banyak pertikaian, penindasan, penjajahan? Diampunilah engkau para kaum munafik yang mengaku beragama, kaum para munafik yang bertingkah seperti malaikat namun hatinya lebih busuk dari kotoran. Berbicara dengan mengutip ayat-ayat dari Kitab Suci, tetapi apa yang kau perbuat, hanya menghakimi, sementara dirimu tidak kamu lihat. Seandainya kamu benar, kenapa tidak kau ajak orang untuk berbuat baik? Kau hanya mengotori agama-agama yang suci yang dibawa oleh para pembawa kabar. Kau jadikan agama sebagai alat mengintimidasi. Kau buat agama seolah-olah sangat kejam dan sadis. Kau buat agama hanya berkutik pada mencari pengikut, tetapi tidak menyelamatkan mereka dari perbuatan-perbuatan sesat.

Jika kau memang benar, hentikan lah perang. Beri  makan bagi mereka yang saat ini sedang kelaparan. Beri  rumah bagi mereka yang saat ini sedang tergusur dari tanah-tanah leluhurnya. Aku tidak mampu melakukannya karena aku adalah seorang bajingan.

Lalu apa beda mu dengan bajingan seperti diri ku? Toh juga kita sama-sama tidak berbuat apa-apa. Kita tidak berbuat sesuatu yang melepaskan orang lain dari penderitaan. Kita sama-sama mencari materi dan penyelamatan diri kita sendiri, tanpa kita pedulikan keadaan sekitar kita. Berarti kita sama-sama bajingan, bedebah, jahanam, penjahat atau mungkin malah dapat dikatakan kaum terkutuk.

Salah kah aku jika berkata demikian? Inilah yang ku takutkan. Kita hanya mampu berbicara, setelah itu, kita memaksakan ide kita agar dilaksanakan oleh orang lain. Terkutuk lah kita wahai kaum munafik, bajingan, bedebah, jahanam dan pejahat. Karena kita tidak berbuat apa-apa.

BACA JUGA :

5 Komentar to “GALAU..!!!!”

  1. Banyak orang yang hanya mampu bersuara tanpa bisa berbuat apa-apa. Sama seperti pemikiranku dulu, ketika logikaku berkecamuk memikirkan banyak hal buruk yang telah terjadi. Hingga terlintas dipikiranku untuk berbuat sesuatu tapi dengan keadaanku saat ini. Hanya menuangkannya dalam bentuk kata-kata kedalam dunia maya. Dunia yang menjadi alat untuk berteriak keras tanpa harus mengeluarkan energi banyak untuk didengar orang lain. Setidaknya ini yang mampu dilakukan saat ini oleh aku, kau, dia dan mereka. Daripada hanya duduk diam tanpa berbuat apa-apa. Bukan pembelaan diri, tapi masih lebih baik orang-orang yang mau berbelas kasihan dan mau berpikir atas keadaan saat ini. Daripada cuek dan acuh dengan hanya memikirkan dirinya sendiri serta hanya mampu beranggapan “orang lain saja belum tentu memikirkan aku”.

  2. semoga negara kita tidak begini

  3. kasian juga ya klo liat yang kaya gitu.. tapi ane juga sama gan ga bisa berbuat apa2 sekarang… dan cuma bisa berdoa supaya keadaan bisa lebih baik..

  4. miris, smoga qt selalu bersedekah membantu orang yg krng mampu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: