PERANG

oleh lamasi

Aku melihat darah

Tak lagi ku dengar jeritan pilu mu,

Tinggal tubuh-tubuh diam yang bercerita.

Apakah ini tentang siapa yang gugur,

Atau siapa mesin pembunuhnya?

Siapa kah yang dipertaruhkan?

Aku bertanya,

Tidakkah kau lihat tubuh-tubuh yang kini diam

Tubuh-tubuh yang kehilangan jiwanya?

Siapakah yang kehilangan?

Tak mampu lagi ku mendengar

Tangisan mereka yang kehilangan,

Seorang ibu yang kehilangan anaknya,

Seorang istri yang kehilangan suami,

Dan seorang anak yang kehilangan bapaknya?

Pada akhirnya para prajurit hanya pion

Yang takdirnya untuk membunuh dan dibunuh,

Sementara pemimpinya, sebagai raja yang tak dapat disentuh.

Kini aku bertanya,

Perang….

Siapakah pemenangnya?

Semarang, 5 Oktober 2011

Pengelana dari Barat


3 Komentar to “PERANG”

  1. Inspirasi dari mana Bang?
    Game perang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: