KEMUNAFIKAN BERBALUT KERENDAHAN HATI

oleh lamasi

munafikMenjadi rendahan hati menurutku adalah suatu keharusan yang semestinya dimiliki setiap orang. Karena apalah arti kesombongan dalam hidup yang serba terbatas itu. Hidup ini sangat terbatas, oleh karena itu dalam menjalaninya harus tahu kapan harus berhenti dan kapan harus kembali untuk mulai.

Menilai kerendahan hati seseorang sangatlah tidak mudah.Seperti kata pepatah lama, dalamnya lautan dapat diukur namun dalamnya hati siapa yang tahu. Ungkapan yang tepat tentu saja, kerendahan hati adalah masalah hati yang tentu tidak ada ukurannya serta tidak ada standarnya.

Sering sekali kerendahan hati dinilai dari sikap, perbuatan dan ucapan. Sebagai contoh orang yang tidak suka dipuji selalu dikategorikan sebagai orang yang rendah hati, namun sebaliknya orang yang suka memamerkan apa yang dimilikinya menjadi kebalikan dari rendah hati, yakni orang yang sombong.

Tapi apakah untuk menjadi rendah hati kita menjadi tidak boleh menunjukkan suatu hasil pencapaian yang kita peroleh dari segala usaha yang kita miliki. Tentu saja menurutku, sertiap orang berhak untuk mendapatkan pengakuan atas apa yang diperolehnya, asalkan, seperti yang saya ucapkan di atas, tahu dimana batasnya dan tahu kapan harus berhenti.

Saya secara pribadi sering terganggu dengan orang yang menyindir orang lain karena keberhasilan yang dimilikinya. Seolah-olah setiap apa yang orang lain peroleh dan dia tidak peroleh menjadi sebuah kesombongan yang pantas untuk diperolok. Menurut saya, adalah picik jika kita merasa iri kepada orang lain atas apa yang dia peroleh. Jangan pula serta merta kita mencap orang tersebut tukang pamer jika suatu waktu dia menunjukkan pencapaiannya. Sakali lagi saya katakana, setiap orang butuh pengakuan atas pencapaian yang diperolehnya.

Oleh karena itu, daripada kita sibuk membuat cap rendah hati atau sombong kepada orang lain, akan lebih elok jika kita mawas diri dan berkaca kepada diri sendiri. Beri lah pujian bagi mereka yang pantas menerimanya, dan jangan mencemooh orang lain hanya karena kita tidak dapat melakukan hal-hal yang orang lain lakukan. Setiap orang punya keahlian masing-masing dan tingkat pencapaian yang masing-masing pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: