Posts tagged ‘Hukum Pidana’

November 14, 2013

DENDA BAGI SANG PENEROBOS

oleh lamasi

jalur-copySalah satunya kebijakan penting yang pernah diambil oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengurai kemacetan di ibukota adalah pemberlakuan angkutan massal bus Trans Jakarta. Hadirnya angkutan massal yang satu ini diharapkan menjadi salah satu solusi mengurangi pengguna kendaraan pribadi di Jakarta. Namun sayangnya, hadirnya Trans Jakarta ini malah semakin memperparah kemacetan di ibu kota.

read more »

Juni 22, 2012

SENJATA API UNTUK BELA DIRI ATAU UNTUK MELAKUKAN TINDAK PIDANA?

oleh lamasi

Oleh:
AGUSTIN LAMASI HUTABARAT, SH.
(STAFF DIVISI NON LITIGASI LBH MAWAR SARON)

 

Seperti yang telah dikemukakan pada artikel sebelumnya, kepemilikan senjata api selain untuk melaksanakan tugas pokok pengamanan bagi anggota TNI dan POLRI, bagi kalangan sipil senjata api diperuntukkan untuk membela diri.

read more »

Mei 6, 2011

Diproteksi: ANALISIS TERHADAP HUKUM YANG TIDAK MENGANDUNG KEADILAN

oleh lamasi

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Desember 12, 2009

‘Manipulasi’ Mayat Nasrudin Menuai Kontroversi

oleh lamasi

[Sabtu, 12 December 2009]
Polisi menganggap keterangan Mun’im Idris di persidangan tidak sesuai kapasitasnya. Mun’im mengaku hanya. Senjata pembunuhan yang menjadi barang bukti tidak sesuai kaliber peluru yang ditemukan pada mayat?

Satu masalah lagi mencuat dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain di PN Jakarta Selatan. Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Mun’im Idris, mengatakan mayat Nasrudin sudah dimanipulasi sebelum dia tangani. Pada saat mengautopsi mayat Nasrudin, ada anggota reserse yang meminta agar jenis peluru ukuran 9 milimeter dihapuskan.

Permintaan polisi itu diduga karena hasil analisis Mun’im tidak sesuai dengan jenis peluru yang menjadi barang bukti perkara tersebut, yakni peluru kaliber .038. Tembakan yang membuat Nasrudin menghadapi maut kemungkinan dilakukan dari jarak lebih dari 50 centimeter.

Keterangan Mun’im seolah menjadi amunisi bagi tim penasihat hukum terdakwa Antasari Azhar. Ketidaksesuaian jenis peluru dengan kaliber senjata api bisa menjadi celah yang memperkuat seolah-olah dalam kasus ini ada rekayasa. Apalagi, ahli balistik Maruli Simanjuntak, yang juga dihadirkan jaksa ke persidangan, menegaskan sebuah senjata api kaliber .038 tidak dapat diisi peluru tipe lain, termasuk peluru ukuran 9 milimeter seperti dikatakan Mun’im. Lazimnya, senjata api diproduksi satu paket dengan jenis pelurunya.

read more »

%d blogger menyukai ini: